Minggu, 24 Juni 2012

KEMACETAN DI KOTA JAKARTA

                                      
Hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat kita pusing, kesal, dan uring-uringan akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan.
Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada pertambahan yang signifikan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi.

Beberapa cara yang telah ditempuh oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, seperti memberlakukan three in one pada jalan-jalan tertentu dan membangun transportasi Busway Tapi nampaknya usaha tersebut tetap saja tidak bisa mengatasi kemacetan. Khusus untuk busway, transportasi massal jenis ini memang sangat dibutuhkan, tapi bukan untuk mengatasi kemacetan, justru sebaliknya, karena jalan yang digunakan oleh busway tidak dibarengi dengan pelebaran jalan, sehingga jalan semakin sempit akibatnya makin menimbulkan kemacetan. Di samping itu masyarakat pengguna busway justru dimonopoli oleh masyarakat yang nota bene tidak memiliki kendaraan roda empat.

Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia disokong oleh beberapa daerah seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Di mana banyak masyarakat atau penduduk yang bertempat tinggal di daerah-daerah tersebut bekerja di Jakarta. Bisa dibayangkan kalau sebagian besar dari mereka menggunakan kendaraan ditambah dengan penduduk Jakarta yang terus bertambah. Jakarta jadi membludak dan akibatnya kemacetan terjadi di mana-mana.

Sebagai negara yang masih berkembang, tentu masyarakatnya, berlomba-lomba menuju ke penghidupan yang lebih baik. Pada umumnya, mereka mengukur kesuksesan dengan memiliki kendaraan roda 4 (mobil). Ada kebanggaan dalam dirinya dan ingin menunjukkan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di sekelilingnya bahwa ia telah sukses. Semakin banyak mobil semakin kaya (sukses) dan banggalah ia.
Hal yang juga memicu kemacetan adalah jumlah penduduk. Orang berlomba-lomba hijrah ke Jakarta mencari pekerjaan atau kehidupan yang lebih layak. Umumnya, putra-putri terbaik daerah yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi hijrah ke Jakarta. Bahkan yang tidak berpendidikan pun semuanya hijrah ke Jakarta. Ibaratnya Jakarta adalah gula yang dikerebuti oleh semut. Sehingga menimbulkan banyak masalah, seperti pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, kepadatan penduduk, dan lain-lain. Kenapa bisa terjadi demikian? Hal itu dapat disebabkan karena pembangunan yang tidak merata. Jakarta sebagai Ibukota negara mendapat perhatian yang berlebihan dalam semua aspek pembangunan, baik industri, infra suruktur maupun birokrasinya. Sementara daerah lain mendapatkan porsi dan perhatian yang lebih kecil. Sehingga terjadi ketidakseimbangan. Belum lagi pembangunan banyak yang tidak berorientasi lingkungan, sehingga dampaknya menjadi rawan banjir, longsor. dan sebagainya. Dampak yang lebih besar mungkin saja akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Jakarta sepertinya tempat untuk praktek segala aktivitas kehidupan di Indonesia, tanpa ada perencanaan yang matang.
Sebagai sebuah negara yang luas dan terdiri dari banyak pulau dan jumlah penduduk yang besar. Perlu dipikirkan suatu sistem yang sesuai dalam menata negara ini. Mungkin kita bisa meniru sistem yang dipakai di Amerika Serikat, karena hampir ada kemiripan dalam hal luas daerah dan jumlah penduduk.

Ide tentang perpindahan ibu kota dan pembagian daerah (kota) sesuai dengan aktifitas terbesarnya juga mungkin merupakan solusi yang bisa dipertimbangkan, dipikirkan dan direncanakan secara matang. Namun itu merupakan solusi jangka panjang. Yang harus segera dilaksanakan, yaitu bagaimana untuk segera mengatasi kemacetan di Jakarta. Berikut ini, mungkin bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, antara lain:

1. Jalur three in one lebih diperluas wilayahnya dan tidak menggunakan batas waktu.

2. Jalan-jalan yang dilalui busway yang menyebabkan penyempitan badan jalan harus segera diperlebar.

3. Membangun transportasi massal lain, seperti misalnya subway atau monorel

4. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi. Ini juga dapat mengurangi polusi.

5. Meningkatkan tarif pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat.

6. Mengadakan pelatihan atau seminar kepada supir-supir angkutan umum  tentang keselamatan dan peraturan berlalu lintas.
7. Menegakkan aturan dengan menindak tegas semua pelanggar lalu lintas tanpa kecuali ataupun oknum polisi yang berbuat pungli.
8. Memperbanyak dan terus menerus mengingatkan masyarakat melalui spanduk, brosur, ataupun iklan tentang disiplin berlalu lintas. Baik di media Cetak ataupun media elektronik.


Kemacetan juga mempunyai efek buruk bagi kesehatan. Berikut efek buruk yang diakibatkan macet pada otak manusia:
1.    Penurunan Kemampuan Mental
Para ilmuwan di Belanda menuturkan terpapar asap kendaraan akibat macet selama 30 menit mengarah ke intensifikasi aktivitas listrik di otak. Hal ini menyebabkan perubahan dan kerusakan perilaku serta kepribadian akibat kerusakan logika dan pengambilan keputusan serta tingkat stress yang tinggi. Paparan macet selama 90 hari sudah cukup untuk mengubah DNA.
2.    Alzheimer, gangguan memori dan Parkinson
Peneliti di Boston mengungkapkan paparan asap knalpot dan partikel-partikel dari polusi bisa menyebabkan peradangan di bagian-bagian tertentu otak yang bisa memicu Alzheimer, gangguan memori dan Parkinson.
3.    Masalah akibat karbon monoksida
Karbon monoksida mengikat diri dengan hemoglobin sehingga mengurangi volume oksigen yang mencapai jantung dan otak, sehingga secara signifikan mempengaruhi fungsi otak dan reflex tubuh.
4.    Intermittent Explosive Disorder
Psikolog menuturkan kondisi ini adalah ekspresi kemarahan yang ekstrem, salah satu penyebabnya akibat kemacetan di jalan. Hal ini bisa mempengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh termasuk otak.
5.    Traffic Stress Syndrome
Situasi ini ditandai dengan beberapa gejala fisik seperti telapak tangan berkeringat, peningkatan denyut jantung, sakit kepala dan mual, sehingga mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan.
6.    Gangguan neuroplasticity
Polusi udara yang buruk secara signifikan menjadi penghalang asupan darah ke otak, korteks serebral dan sel flia di otak, yang semuanya bisa menyebabkan gangguan jangka panjang. Paparan polusi udara cenderung berdampak parah pada IQ anak-anak serta meningkatkan risiko epilepsi.






Ini adalah peta rawan kemacetan di jakarta. Mulai dari luar jakarta sampai ke dalam jakarta.
Kemacetan ini terjadi karena jumlah kendaraan yang masuk melebihi batas. Dari data diatas ada beberapa titik rawan kemacetan yaitu sekitar 67 titik rawan kemacetan.





Lihat gambar di atas. Kemacetan pada jalan toll yang seharusnya menjadi jalan bebas hambatan menjadi macet seperti ini. Gambar ini di ambil pada tahun 2005 kemacetan sudah parah apa lagi di tambah sekarang-sekarang ini banyaknya kendaraan bermotor di jual dengan cara mudah. Kemacetan di toll ini terjadi karena tidak adanya kesadaran masyarakat akan kemacetan. Akbibatnya kemacetan meraja lela, bukan hanya itu saja tetapi polusi di jakarta semakin meningkat.






Kemacetan juga bisa di sebabkan dengan tidak tertib lalu lintas di jalan. Seperti gambar di atas. Jalur yang dibuat pemerintah untuk busway transjakarta untuk mengatasi kemacetan, di pergunakan untuk umum.







Gambar di atas menggambarkan ilustrasi kendaraan akan meningkat yang memasuki kota jakarta pada tiap-tiap tahunnya. Kita lihat 5 tahun belakangan ini, yaitu tahun 2007 kendaraan roda 4 keatas yang beroprasi sekitar 2.200.000 kendaraan di kota jakarta, masih dapat di atasi kemacetan karena luas jalan masih di kisaran kurang lebih 44juta m2. Tetapi lihat pada tahun sekarang ini 2012 kendaraan yang masuk ke kota jakarta sekitar 2.800.000 kendaraan roda 4 keatas, sedangkan luas jalan di jakarta semakin sempit.




Kita lihat presentasi kendaraan yang terjual di asia tenggara. Indonesia masuk 3 besar penjualan mobil terbanyak di asia tenggara. Akibatnya kemacetan susah di atasi.



Gambar di atas adalah data pertumbuhan kendaraan di kota jakarta. Kendaraan pribadi di kota jakarta per tahunnya naik 8%. Data terakhir dari dinas perhubungan mencatat 7.251.513 kendaraan pribadi di tahun 2010. Itu hanya sebagian kendaraan yang beroprasi di kota jakarta. Bagaimana jika semua kendaraan di atas itu semua beroprasi?. Macet di kota jakarta sudah tak bisa di perhitungkan lagi. Dan jumlah polusi di jakarta semakin meningkat drastis.





Kita lihat gambar di atas ini. Jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor setiap tahun mengalami kenaikan. Yang paling cepat pertumbuhan kendaraaan di atas adalah motor. Jumlah pada tahun 2011 adalah lebih dari 9 juta motor di kota jakarta. Kredit yang mudah dan harga motor yang menggiurkan, mengakibatkan masyarakat membeli motor tersebut. Hasilnya adalah kemacetan di jakarta di akibatkan motor. Karena bodynya yang ramping membuat mudah nyelap nyelip kendaraan. Apa lagi saat hujan kemacetan di jakarta semakin tak terkontrol, sepeda motor berhenti meneduh di bawah jembatan dan mempersiapkan jas hujan dll.




Gambar di atas adalah gambar di pasar tradisional. Kemacetan di jakarta juga karena adanya pasar tradisional. Pasar yang berjualan di pinggir akses jalan umum menyebabkan kemacetan panjang.




Kemacetan di jakarta juga di akibatkan oleh mall. Presentasi kenaikan jumlah mall di jakarta naik hampir setengah dari jumlah mall tahun 2009. Selama kurun waktu 3 tahun mall semakin banyak. Tetapi jumlah lahan parkir di mall tersebut kurang. Akibatnya pengunjung yang datang untuk berbelanja memarkir kan kendaraan di sembarang tempat dan juga ada yang menunggu/mencari parkir yang kosong. Sehingga antrian kendaraan sampai kejalan raya. Bukan hanya parkiran, banjir di jakarta di sebab kan oleh mall. Lahan yang seharusnya waduk menjadi mall. Akibatnya menjadi banjir dan macet di kota jakarta.



Penyebaran Penduduk Provinsi DKI Jakarta
Tabel Jumlah Penduduk Provinsi DKI Jakarta
Bulan : November 2011




Jumlah penduduk juga sangat bergantung dengan kemacetan. Karena anak yang seharusnya tidak di perbolehkan bawa mobil di belikan orang tuanya mobil sehingga kendaraan di kota jakarta semakin banyak. Dan banyaknya orang yang pindah dari desa ke kota mencari nafkah untuk menjadi lebih baik dari dahulu. Akibatnya kepadatan penduduk menyebabkan banyak faktor salah satunya kemacetan di jakarta.









Beberapa tahun ini pemertintah mengadakan rencana untuk membangun MRT di jakarta. Gambar di atas menggambarkan rencana peta jalur MRT di jakarta. Untuk mengurangi kemacetan yang tidak terkontrol lagi.
Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel  rencananya akan membentang kurang lebih ±110.8 km , yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus - Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ±23.8 km dan Koridor Timur – Barat  sepanjang kurang lebih ±87 km. Penetapan jalur ini sebagai prioritas didasarkan pada pertimbangan, jalur Selatan- Utara Jakarta bersama dengan jalur Timur-Barat adalah jalur perekonomian yang cukup pesat untuk masa kini dan masa depan.
Pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:
-Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016. Saat ini sedang dalam pembuatan basic design (sejak November 2009) dan ditargetkan selesai akhir tahun ini dan pembangunan fisik dimulai 2012

-Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan (8.1 Km) yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi paling lambat 2018 (dipercepat dari target awal 2020). Studi kelayakan untuk fase ini sudah selesai dilaksanakan
Koridor Barat-Timur saat ini sedang dalam tahap pre-feasibility study. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027.



Ini adalah stasiun bawah tanah untuk MRT jakarta.


Ini adalah stasiun MRT yang di bangun di atas permukaan tanah/ jalan.


Jika semua ini di bangun hanya untuk di bangun bukan untuk di pakai sama saja tidak akan mengurangi kemacetan di jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar